aku luka ku tertawa

Sering merasa aneh dengan diri sendiri saat mengalami luka-tertawa. Di saat terluka aku tertawa, di saat tertawa sekaligus aku terluka. Aku sendiri menertawakan lukaku. Luka yang hanya karena hal kecil, yang bagiku pernah tak bermakna. Tapi sekarang? Aku luka-tertawa. Semua hanya dagelan hidup!!!

Iklan

bukan mereka

aku tak ingin diabadikan seperti mereka,

karena aku bukan mereka.

aku tak mau dianggap seperti mereka,

karena aku bukan mereka.

aku tak mau jadi seperti mereka,

karena memang aku bukan mereka.

aku adalah aku.

aku yang seperti ini.

bukan yang seperti mereka.

aku ingin tetap seperti ini,

tak mau seperti mereka.

Aku benci mereka.

Kucuranku

Aku denganmu kini penuh dengan debu pekat.

Hanya ada samar, samar, dan samar.

Bahkan gelap, hitam, legam.

Entah denganmu, aku tak akan berlotere.

Aku hanya bisa menunggumu meniupi debu-debu ini, sedikit demi sedikit.

Mungkin akan ada seberkas nyala di balik debu ini.

Aku menantinya, sangat.

Jangan berharap banyak dariku.

Aku sudah lelah menunggui debu ini diterbangkan angin.

Mungkin angin pun sudah letih dengan debu-debumu.

Jadi aku berharap kamu sendiri yang dengan suka hati meniupi debu-debu ini.

Karena ini debumu.

— 12 Februari 2011 —