Rekaman

rekaman

mencoba mengabadikan setiap moment 🙂

Iklan

apa pun ini

 

diawali dengan adu strategi . . . penantian yang panjang . . . merasakan kesulitan hidup yang teramat sangat >>> yaitu matiin lampu . . . aaaaahhhhh . . . dan akhirnya segerombolan manusia datang menyerbu ke TKP bak rampok di tengah malam. Pertahanan air mata jebooolllll . . . air mengalir sampai jauh dibarengi pengakuan-pengakuan yang cukup mengejutkan.

>>> terima kasih yaaaa teman-teman, kalian semua selallu di hatiku. Oooooh Sheila, sungguh lebaynya dirimu hingga membuat perut kami kesakitan karena tertawaterpingkal-pingkal.

>>> orang rumah aja gak kaya gini . . . hhoooo hhhoooo hhooooo. “Ya iyalah . . . masak orang rumahmu kaya kita-kita? G3L4k l000hhhhh” wkwkwkwkkkkk.

intinya seruuuuu abiiieeeesssss . . . bahasa jadul!!!

 

Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta yang melesap dan udara yang terbakar jauh
Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti tak kan pernah pulang
Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti tak kan pernah pulang
ketuk langkahmu
menarilah di jauh permukaan
Direntang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti tak kan pernah pulang
Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti tak kan pernah pulang ketuk langkahmu menarilah jauh berputar
Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti tak kan pernah pulang
Kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti tak kan pernah pulang ketuk langkahmu menarilah jauh berputar
Jalan pulang yang menghilang,
Tertulis dan menghilang,
Karena kita telah bercinta di luar angkasa.
Jalan pulang yang menghilang,
Tertulis dan menghilang,
Karena kita, sebab kita telah bercinta di luar angkasa.

(FRAU)

Cherry BombShell

Satu Diantara Seribu

seribu bintang menyapa

lembut membelai hatiku

mendekapku dan coba merayu

namun tak ingin ku terhanyut

dalam kepalsuanmu

cukup bagiku merasakan

menggigil tanpa sapa mentari

gulita tanpa canda rembulan

hanya kehampaan yang kurasa

melilit erat tubuhku

menghancurkan perasaanku

satu diantara seribu kuharus memilih

satu jalan yang harus kutempuh

namun sulit tuk memilih

jalan yang panjang terbentang

tak berlubang dan tak bertepi jurang

— ini hidup–

 

Langkah Peri

melambung kini aku berlari

lepas dari benang lama yang mengikat

lagu lama yang berputar

melambung kini aku melaju

pergi jauh terbawa arus yang kencang

tak ingat wajah yang keji

bayang-bayang slalu mengikuti walau tak mungkin menerpa

kejar-kejar tak akan tertangkap diri melintasi rasa takut tadi

dan andai kau ubah cara ku tak kan kembali

dan jika maafmu tiba ku tak kan kembali

melambung kini kau bersemi

lagi tanpa kau yang bersua

lintasi bintang kejora

melambung, lagu kian menari

riang jauhi langkahmu kian lamban

bayangmu yang kian sirna

— satu kata —

 

Awan Hitam Menyelimuti

kupetik bintang yang bersinar terang

dan kuberikan untukmu

kugapai rembulan yang tersenyum riang

kan kusimpan di hatimu

namun gelap menghapus

semua anganku dan separuh mimpiku

malamku yang cerah perlahan berubah

berganti awan hitam menyelimuti

 

Purnama Kelam

penuh lubang dan mendaki

ku akan terus mencari walau jalan tak bertepi

dan waktu terus berlari

kini ku hanya berdiri ku hanya bisa menanti

akankah engkau kembali?

dan kini aku berhenti

terasa lelah kaki ini

terasa lelah hati ini

ketika rembulan datang menghapuskan gelapnya malam

namun kilaunya bukan untukku

yang telah lama kutunggu

kembali aku terluka

kembali aku kecewa

 

Bintang Terang

kembali kutemui duri dalam hati

dan masih belum berhanti

pergi menghampiri

kesedihan selalu datang

menyiksaku dan membuat perasaan tertekan

ketika malam datang

saat mata terpejam

berat tuk melupakan

saat kita berjalan

dan kini kau tinggalkan

namun kini kuberjanji

walau dalam hati ku tak kan menanti

kau datang kembali

kesedihan, kepedihan kan kuhadang dan kulawan

biar aku sendiri menikmati sepi

saat terjaga pagi

dan mentari menyapa

membuatku tersadar

kan datang bintang terang.