Terlalu Pendiam

Sepertinya bukan pemalu, bukan pula pengkhianat. Hanya sebuah momen yang seakan kehabisan waktu untuk mengungkapkan yang ada dalam sebuah kata, tulisan. Banyak detik terpakai untuk ini itu, dari yang penting sampai penting sekali, bahkan yang mendesak sampai yang seharusnya tidak perlu didesak. banyak menit hura-hura yang jika sekarang ini dipikir ulang, jawabnya hanya sebuah kekeh senyum kelucuan. Ya, berulang kali seperti itu. Dasar hidup, selalu aneh dan kadang nyleneh.
Sudah cukup lama menjadi seorang pendiam. Eh, tapi bukan berarti pendiam juga di sisi lain. Buktinya sekarang ada sesuatu yang dihasilkan dari sisi lain itu. Ada yang dikerjakan di sisi lain. Maka bukan berarti pendiam itu nol.
Setelah sekian lama terdiam, diam, mendiam…banyak sebenarnya yang menanti ingin diungkapkan, diteriakkan, dibagikan, dan di di di kan. Tak tahu harus mulai dari mana, tapi yang pasti akan diakhiri dengan “waow”.

Sekarang tiba waktunya!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s