Tumben

Tumben, belakangan ini lebih bisa bersyukur atas banyak hal yang ada. Mulai dari nana sampai nina, nananinanananinananininanannanina. Ternyata tidak harus dengan kebahagiaan yang luar biasa seseorang dapat bersyukur. Semingguan ini sibuknya luar biasa, dikecewakan luar biasa, merasa melakukan hal yang sia-sia, mondar-mandir kaya orang gila, tapi? waooowww!!!!
Trimakasih semuanya 🙂

Iklan

Terlalu Pendiam

Sepertinya bukan pemalu, bukan pula pengkhianat. Hanya sebuah momen yang seakan kehabisan waktu untuk mengungkapkan yang ada dalam sebuah kata, tulisan. Banyak detik terpakai untuk ini itu, dari yang penting sampai penting sekali, bahkan yang mendesak sampai yang seharusnya tidak perlu didesak. banyak menit hura-hura yang jika sekarang ini dipikir ulang, jawabnya hanya sebuah kekeh senyum kelucuan. Ya, berulang kali seperti itu. Dasar hidup, selalu aneh dan kadang nyleneh.
Sudah cukup lama menjadi seorang pendiam. Eh, tapi bukan berarti pendiam juga di sisi lain. Buktinya sekarang ada sesuatu yang dihasilkan dari sisi lain itu. Ada yang dikerjakan di sisi lain. Maka bukan berarti pendiam itu nol.
Setelah sekian lama terdiam, diam, mendiam…banyak sebenarnya yang menanti ingin diungkapkan, diteriakkan, dibagikan, dan di di di kan. Tak tahu harus mulai dari mana, tapi yang pasti akan diakhiri dengan “waow”.

Sekarang tiba waktunya!