serba “embuh”

Akhirnya, sampailah pada sebuah akhir yang akhirnya membuat pengakhiran yang tak kunjung berakhir itu semakain berlarut-larut. Tiba pada sebuah akhir yang membuat seorang gadis kecil merasa bingung mau melakukan apa lagi untuk dapat diterima oleh teman sepermainannya. Sungguh sebuah kebingungan yang cukup sulit diakhiri. Gadis kecil itu sampai-sampai tak mau bercerita dari satu, dua, tiga atau satu demi satu apa yang ingin dia omongkan. Si gadis kecil nrocos dengan bibir tipisnya mengumbar semua kata yang terlintas tanpa pikir panjang. Dia tahu ini kurang baik dan pasti teman-teman yang sering main petak umpet bareng dia dan pastinya juga malah tambah gak suka sama dia. Tapi hanya itu yang dia rasa bisa dia lakukan. Ya, sampai akhirpun hanya serba “embuh” yang ada dalam pikiran gadis kecil itu. Kasian. Padahal sebenarnya semua sedarhana. Gadis kecil itu hanya ingin semuanya selesai cepat dan semua mau turut dalam pemainnya. Dengan semua selesai, maka sebuah permen rasa buah akan dia dapat. Ya, ampun…hanya permen? hanya demi sebuah permen?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s