jerat samar

semua berjalan seolah biasa

namun ini tak biasa

rasanya wajar

namun ini tak wajar

aku bukan dia

dia bukan aku

aku seakan dikejar

namun aku tak menawar

 

ketika duri tak manjaga mawar

saat itulah kehancuran

ketika pagar makan tanaman

saat itulah penghianatan

 

kini aku terjerat samar!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s