Duduk dan Setia

Ini, kini, dan di sini kita berbicara tentang sesuatu yang baru. Sesuatu yang ingin kita lakukan, yang masih kita harapkan kehadirannya. Kadang kita berpikir ingin melakukan atau membentuk suatu kebiasaan (yang mudah-mudahan kebiasaan positif), namun berat untuk memulai. Seandainya kita sudah memulainya pun, mungkin selalu saja ada sesuatu yang datang dari kanan atau pun kiri yang mencoba merusak niat kita. Akhirnya kita urung untuk membentuk sesuatu yang baru itu. Ya . . . ya . . . ya . . . wajar kok, manusiawi.

ketika aku berubah, aku marah

ketika aku marah, aku gerah

ketika aku gerah, aku lemah

aku berubah ketika aku lemah.

niat kembali dari kelemahanku

hanya niat, niat, dan minggat

aku kembali lemah dengan niat

niat yang tak membawaku menyat

niat . . . aku ingin

ingin duduk dan setia!!!

aaaahhhhh . . . kapan akan kembali??? dari kemarin hanya janji, janji tak tertepati. Keputusan yang tak terputuskan!!! Kesempatan yang tak sempat digunakan.

5 thoughts on “Duduk dan Setia

    1. ambien dan wudunen adalah sesuatu yang datang dari kanan dan kiri,
      itu wajar . . .
      kita pun wajar . . . wajar jika tergoda.
      jadi semua tergantung kita,
      niat yang akan membuat kita menyat!!!

      1. eh eh . . . ada kisah orang gantung diri ra mati loh,
        di citromenggalan *nggosip*

        ehm . . . berhubung fotoku sing dipasang ya apiikkk!!!!
        hahahahaaaa.

        yang dituliskan?maksude setia?
        jelaaaassss.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s