Duduk dan Setia

Ini, kini, dan di sini kita berbicara tentang sesuatu yang baru. Sesuatu yang ingin kita lakukan, yang masih kita harapkan kehadirannya. Kadang kita berpikir ingin melakukan atau membentuk suatu kebiasaan (yang mudah-mudahan kebiasaan positif), namun berat untuk memulai. Seandainya kita sudah memulainya pun, mungkin selalu saja ada sesuatu yang datang dari kanan atau pun kiri yang mencoba merusak niat kita. Akhirnya kita urung untuk membentuk sesuatu yang baru itu. Ya . . . ya . . . ya . . . wajar kok, manusiawi.

ketika aku berubah, aku marah

ketika aku marah, aku gerah

ketika aku gerah, aku lemah

aku berubah ketika aku lemah.

niat kembali dari kelemahanku

hanya niat, niat, dan minggat

aku kembali lemah dengan niat

niat yang tak membawaku menyat

niat . . . aku ingin

ingin duduk dan setia!!!

aaaahhhhh . . . kapan akan kembali??? dari kemarin hanya janji, janji tak tertepati. Keputusan yang tak terputuskan!!! Kesempatan yang tak sempat digunakan.

Iklan