RONGGENG DUKUH PARUK Catatan Buat Emak (Karangan Ahmad Tohari)

Sudah sebelas tahun Dukuh Paruk tidak memiliki ronggeng. Padahal tanpa ronggeng dukuh itu serasa lesu. Malapetaka keracunan tempe bongkrek sebelas tahun yang lalu menjadi penyebab mendegnya pertunjukkan ronggeng di Dukuh Paruk. Dalam suasana seperti itu, Srintil gadis sebelas tahun tampil sebagai ronggeng baru. Indang ronggeng telah merasuki tubuh Srintil dan membuat Srintil menjadi seorang ronggeng sejati. Untuk mengesahkan hal itu, seorang ronggeng harus melalui sayembara bukak kelambu. Dalam sayembara bukak kelambu, lelaki yang membayar paling mahallah yang berhak mendapatkan keperawanan Srintil.

Akhirnya sayembara bukak kelambupun dilaksanakan. Setelah melalui tawar-menawar yang cukup lama, Dowerlah yang memenangkan sayembara tersebut. Namun karena kelicikkan Srintil, Rasus teman sepermainan dan orang yang benar-benar Srintil cintailah yang melakukan malam bukak kelambu dengan Srintil. Walaupun ia telah mendapatkan keperawanaan Srintil, Rasus tetap kecewa dan merasakan kehilangan dengan dinobatkannya Srintil sebagai ronggeng. Karena apabila Srintil menjadi seorang ronggeng, maka Rasus tidak akan bisa lagi bermain leluasa dengan Srintil seperti dulu. Rasus pun sekaligus kehilangan sosok emaknya yang ada dalam diri Srintil. Bagi Rasus, menjadi ronggeng berarti harus bersedia melayani semua orang yang menginginkannya.

Meskipun baru berusia sebelas tahun, mimik penagih birahi yang selalu ditampilkan oleh seorang ronggeng yang sebenarnya, juga sangat baik dibawakan oleh Srintil. Srintil melakukan semuanya dengan kesadaran penuh serta kebanggaan seorang perempuan menaklukkan banyak lelaki hanya dengan sampur dan kerlingan nakalnya. Tak ada yang tabu bagi seorang ronggeng secantik dirinya melakoni semua itu. Orang-orang di dukuh Paruk bangga memilikinya, ronggeng cantik dan terkenal. Tak ada kecemburuan para istri, justru kebanggan bila suami mereka bisa tidur bersama Srintil. Tampilnya Srintil pun mengidupkan kembali dukuh itu.

Setelah kejadian itu Rasus pergi menghilang meninggalkan Dukuh Paruk. Sekian lama ia membantu berjualan singkong di pasar kecamatan dan bertemulah ia dengan sersan Slamet. Setelah lama bergaul dengan sersan Slamet, Rasus pun dipilih untuk menjadi pembantu tentara. Hari-harinya pun diwarnai dengan pergaulan bersama tentara-tentara. Bersama tentara-tentara tersebut Rasus membela rakyat dari ketertindasan dan menjaga keamanan rakyat.

Walaupun Rasus kecewa dengan Srintil dan tanah kelahirannya, ia tetap merasa terpanggil untuk melindungi tanah leluhur dan warganya. Maka pada saat perampokan di rumah Nyai Kertareja yang merupakan nenek Srintil, Rasus ikut mengambil peran dalam penumpasan para perampok dan berhasil menyelamatkan Srintil. Setelah kejadian tersebut Rasus tinggal beberapa hari di Dukuh Paruk, dan Srintil pun merasa senang karena sudah sangat lama tidak berjumpa dengan Rasus. Selama kembalinya Rasus di Dukuh Paruk, Srintil melayani segala kebutuhan Rasus seperti layaknya seorang istri melayani suaminya.

Namun pada suatu pagi, Rasus bertekad untuk tetap meninggalkan Dukuh Paruk. Rasus kembali bergabung dengan kelompok tentara untuk mengayomi masyarakat. Dengan berat hati ia meninggalkan tanah kelahirannya dan gadis yang sangat ia cintai, yaitu Srintil.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s