Membaca Ekspresif

Data buku

Judul               : Membaca Ekspresif

Pengarang       : Prof. Dr.  Henry Guntur Tarigan

Tahun              : 1994

Penerbit           : Angkasa Bandung

Tebal buku      : 102 halaman

Pengajaran membaca berdasarkan tujuan

1.1  Tujuan pengajaran membaca

Kegiatan membaca mempunyai dua maksud utama yaitu:

  1. Tujuan behavioral, yang disebut juga tujuan tertutup, ataupun tujuan instruksional.

Tujuan ini biasanya diarahkan pada kegiatan-kegiatan membaca:

  • Memahami makna kata (word attack).
  • Keterampilan-keterampilan studi (study skills).
  • Pemahaman (comprehension).

b. Tujuan ekspresif atau tujuan terbuka terkandung dalam kegiatan-kegiatan membaca:

  • Membaca pengarahan diri sendiri (self directed reading).
  • Membaca penafsiran, membaca interpretative (interpretative reading).
  • Membaca kreatif (creative reading).

1.2  Tingkatan dan aplikasi tujuan

Ada 3 tingkatan tujuan membaca.

  1. Pada tingkatan yang paling abstrak, tujuan itu merapatkan pertanyaan. Tujuanya untuk menentukan tujuan bagi keseluruhan unit sekolah. Memperkenalkan bidang-bidang studi berserta wilayah yang di garap. Serta mengendalikan perkembangan progam.
  2. Pada tingkatan yang lebih kongkrit, tujuan yang dinyatakan dalam istilah  behavioral, adalah sangat tepat untuk menganalisi tujuan umum menjadi tujuan instruksional khusus.
  3. Pada tingkatan yang paling khusus, tujuan itu sedemikian eksplisitnya sehingga memberikan suatu jalur khusus menuju pencapaian tujuan yang dinyatakan pada tingkat kedua, tujuan tersebut menetapkan berencana bagi pengajaran.

1.3        Tujuan behavioral adalah sasaran atau hasil yang dinginkan dari proses belajar yang dinyatakan oleh perilaku yang dapat diamati.

1.3.1        Keunggulan tujuan behavioral

1.3.2        Keunggulan tujuan behavioral

1.4  Tujuan ekspresif.

Tujuan ekspresif memberi dorongan kepada guru dan siswa. Tujuan ekspresif evokatif  ketimbang preskriptif lebih bersifat merangsang daripada bersifat menentukan. Tujuan ekspresif terbagi atas tiga jenis, yaitu:

a)      Tujuan pengarahan diri.

b)      Tujuan interpretatif.

c)      Tujuan kreatif.

Membaca pengarahan diri

2.1    Memilih buku bacaan.

Membaca pengarahan diri adalah keterampilan memilih buku-buku bacaan serta pengembangan otomatisasi. Keunggulan praktek pemilihan sendiri bahan-bahan bacaan tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor: sang anak harus mempunyai beberapa minat yang ingin dikembangkan serta mengikat sang pribadi pada situasi membaca. Bahan-bahan bacaan yang tersedia dapat menjalin serta menyerasikan minatnya untuk membaca.

Dasar teori tersebut ialah bahwa apabila kondisi-kondisi terpenuhui sang anak akan berusaha mencari bahan-bahan bacaan yang sesuai denganya, maka dia akan tumbuh dan berkembang.

 

2.2    Kecepatan membaca.

Sub bab ini menegaskan pada upaya membantu para siswa agar mereka menjadi pembaca yang lebih efisien. Menurut penelitian kecepatan membaca orang dewasa biasanya berkisar antara 900-1000 kata permenit dan bagi SD sebagai berikut:

  • Kelas 1 = 60-80 kata permenit
  • Kelas 2 = 90-110 kata permenit
  • Kelas 3 = 120-140 kata permenit
  • Kelas 4 = 150-160 kata permenit
  • Kelas 5 = 170-180 kata permenit
  • Kelas 6 = 190-250 kata permenit

Maka pada dasarnya dia siap untuk membaca dengan mempergunakan berbagai teknik.

a)      Skiming atau membaca sekilas.

Suatu tipe membaca dengan cara meliputi atau menjelajah bahan bacaan secara cepat agar dapat memetik ide-ide utama.

b)      Scanning atau membaca sepintas

Suatu teknik pembacaan sekilas tetapi dengan teliti dengan maksud untuk menemukan informasi khusus, informasi tertentu dari bahan bacaan, sang pembaca sekilas ini menggerakan matanya secara cepat pada seluruh halaman, siap siaga menyaring terminologi tertentu atau frase-frase inti yang dapat memenuhi tujuan teknik membaca sekilas.

c)      Membaca teliti.

Cara dan upaya untuk memperoleh pemahaman sepenuhnya atas suatu bahan bacaan.

Tujuan yang ingin dicapai antara lain:

  1. Mengingat dan memahami ide-ide pengarang.
  2. Menganalisis para tokoh.
  3. Memahami konsep-konsep khusus.
  4. Melukiskan hubungan-hubungan
  5. Mencari pola-pola.
  6. Menganalisis gaya.

2.3    Mengikuti petunjuk.

Keterampilan mengikuti petunjuk memang sangat perlu dalam kegiatan membaca untuk menambah ilmu pengetahuan. Demikian pula dalam proses belajar mengajar. Membaca terdapat suatu kegiatan yang disebut kegiatan membaca terarah atau direct reading ativiti.

Kegiatan membaca terarah adalah suatu rencana pelajaran membaca yang terdiri atas lima tahap. Untuk membantu para siswa membaca bahan-bahan yang berada pada tingkat baca.

2.4    Mengarah diri sendiri.

Mengarahkan diri sendiri yang menangani pengenalan akan kerumitan sesuatu tugas serta menaksir atau mempengirakan. waktu dan upaya yang diperlukan untuk menyelesaikan secara tuntas.

2.5    Memanfatkan perpustakaan .

Keterampilan memanfatkan perpustkaan dengan segala bahan yang ada didalam sangat penting bagi ekspresi lisan dan tulisa perpustakaan adalah gudang ilmu pengetahuan.

2.6    Aneka tujuan.

Tujuan dibagi atas 3 tingkatan, yaitu tingkatan A-C bagi para siswa SD kelas 1-2, DE 3-4, FG 3-6.

Membaca interpetatif

3.1  Maksud pengarang.

Seorang pengarang menulis sesuatu untuk dibaca orang lain sadar atau tidak sadar sang pengarang mempunyai maksud tertentu pada karyanya. Oleh sebab itu perlu kita ketahui terlebih dahulu ragam tulisan. Secara garis besar karya tulis berupa.

(I)                Narasi.

(II)             Deskripsi.

(III)          Persuasi.

(IV)          Eksposisi.

Pengklasifikasikan karya tulis dapat pula dilakukan berdasarkan nada (voice). Ada 6 jenis nada tulisan yaitu:

  1. Nada akrab
  2. Nada penerangan
  3. Nada menjelaskan
  4. Nada mendebat
  5. Nada kewenangan

3.2    Fakta atau fiksi.

Perbedaan utama antara fiksi dengan non fiksi terletak pada tujuan. Tujuan adalah menciptakan kembali apa yang telah terjadi secara aktual. Cerita non fiksi bersifat aktivitas. Aktualitas adalah apa yang benar-benar terjadi sedangkan realitas adalah apaapa-apa yang dapat terjadi.

3.3    Sifat-sifat tokoh.

Kata ciri sifat yang mengandung pengertian yang mengacu kepada jenis-jenis karakteristik luar yang kongkrit yang mencerminkan kebiasaan tingkah laku sehari-hari yang tidak bersifat reflektif untuk mengenal ciri-ciri pribadi seseorang, maka sebaiknya kita dibekali seperlunya dengan teori-teori kepribadian atau personality theories.

3.4    Reaksi emosional

Kegiatan membaca interpretatif adalah melatih ketrampilan menafsirkan reaksi emosional sesuatu karya tulis. Ada 2 aspek emosional

a)      Reaksi emosional sang pembaca pada makna tipe karya sastra.

b)      Reaksi – reaksi emosional terdapat pada tokoh di dalam karya sastra.

 

3.5    Gaya bahasa

Bahasa adalah suatu sarana interaksi sosial fungsi utamanya adalah komunikasi korelasi psikologis sesuatu bahasa adalah kompentensi atau kemampuan melaksanakan interaksi sosial dengan bantuan bahasa. Keunggulan lain dari bahasa adalah untuk menandai tema seseorang tokoh. Keterampilan sang pengarang memanfatkan bahasa untuk menciptakan nada dan suasana yang tepat guna dapat memukau para pembaca.

3.6    Dampak cerita.

Membaca suatu karya sastra maka besar kemungkinan ada suatu nilai yang berkenan di hati kita. Semakin banyak karya sastra yang dibaca , dengan kata lain semakin tinggi apresiasinya sastra kita, maka semakin banyak nilai yang memberi kesan pada kita. Nilai itu semua bukan hanya memberi kesan semata tetapi juga dapat mempengaruhi pandangan hidup kita, kalau pengaruh itu sudah kuat pada diri kita, maka karya-karya sastra tersebut memberikan dampak kehidupan kita.

3.7    Aneka tujuan.

Dengan kegiatan membaca interpretatif, ada beberapa tujuan yang henmdak dicapai. Tujuan itu terbagi atas 3 tingkatan:

  • Tujuan tindakan A-C  ( kelas 1-2 SD)
  • Tujuan tingkatan D-E ( kelas 3-4 SD)
  • Tujuan tingkatan F-G ( kelas 5-6 SD)

Membaca kreatif

4.1. Dramatisasi

Pada tahap ini para siswa dikembangkan dramatisasikan tema-tema dari dalam kaitanya dengan pengalaman. Pengalaman mereka sendiri atau situasi kontemporer. Supaya lebih jelas atau lebih luas dalam hal dramatisasi, maka ada 3 hal penting yaitu:

a)      Prinsip-prinsip kritik drama.

b)      Unsur-unsur drama.

c)      Jenis-jenis drama.

4.2. Interpretasi lisan atau musik.

Latihan menginterprestasikan sepenggal bacaan sastra dengan tepat secara lisan dan musik, harus mengetahui mengenai nada dan tempo.

Dari segi nada musik diklasifikasikan atas:

a)Musik atau lagu minor.

b)      Musik atau lagu mayor.

Di tinjau dari segi tempo, maka pada umumnya lagu atau musik dapat pada klasifikasi atas.

a)      Tempo lambat.

b)      Tempo sedang.

c)      Tempo cepat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam vokal.

a)      Membaca notasi.

b)      Pernafasan dan sikap.

c)      Pemenggalan kalimat dan frase.

d)     Pengucapan.

4.3. Narasi pribadi.

Berdasarkan bentuk fiksi dapat di bagi atas lima golongan, yaitu:

a)      Novel.

b)      Novellete.

c)      Short story.

d)     Short short story.

e)      Vignete.

Kasifikasi tersebut menjadi sederhana lagi yaitu tiga jenis:

a)      Novel.

b)      Novellete.

c)      Short story.

Berdasarkan isinya maka dapatlah kita membagi fiksi menjadi:

a)      Impresionisme.

b)      Romantik.

c)      Realisme.

d)     Realisme sebenarnya.

e)      Naturalisme.

f)       Ekspresionisme.

g)      Simbolisme

4.4. Ekspresilisme.

Betapa eratnya hubungan antara membaca dan menulis, kian banyak bahan bacaan yang kita baca maka kian banyak pula informasi yang kita peroleh,dan kian banyak pula hal yang di sampaikan. Kita eksperesikan kepada orang lain, baik secara lisan maupun secara tulisan, dengan cara banyak membaca maka, daya ekspresi kita baik secara lisan maupun tulisan semakin meningkat.

4.5. Ekspresi Visual

Kegiatan ini bermula pada tahap pertama dengan cara menampakan kegiatan-kegiatan yang memberi kesempatan kepada para siswa untuk menciptakan suatu karya atau produk visual. Dalam tahap ke dua gambar visual yang menghubungkan beberapa aspek bacaan mereka dengan pengalaman pribadi. Dengan latihan yang intensif, maka keterampilan para siswa untuk berekpresi visual dapat kita tingkatkan dalam membaca kreatif.

4.6. Aneka Tujuan

Tujuan membaca kreatif.

a)      Tujuan tingkat A-C ( kelas 1-2 SD).

b)      Tujuan tingkat D-E ( kelas 3-4 SD).

c)      Tujuan tingkat F-G ( kelas 5-6 SD)

4 thoughts on “Membaca Ekspresif

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s