Harapan sebuah nama

Saat orang tua menyandangkan nama kepada anaknya, pada saat itu pula ia menggantungkan sebuah harapan pada sang anak. Tidak mungkin hanya untuk mempermudah dalam memanggilnya. Dalam sebuah nama pasti ada arti dibaliknya. Ada sebuah alasan, makna, bahkan harapan yang mendasarinya. Maka menjaga dan menghargai sebuah nama adalah suatu kewajiban. Namaku terdiri dari dua kata, Lidwina Wimalasari. Nama itulah yang disandangkan oleh orang tuaku kepadaku. Pada awalnya, aku pun tak mengerti mengapa orang tuaku menyandangkan nama tersebut. Apakah aku pantas menyandangnya? Apakah nama itu terlalu buruk? Apa aku harus bangga? Mengapa nama tersebut yang harus aku sandang? Pertanyaan semacam itu yang terus melintas di otakku. Namun aku tak begitu ambil pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang bagiku tak penting itu. Aku sangat percaya nama tersebut baik untukku. Lidwina merupakan nama permandianku. Dalam Ensiklopedia Orang Kudus aku mengetahui riwayat hidup Santa Lidwina, meskipun sebelumnya aku sudah mengetahuinya dari cerita orang tuaku. Lidwina merupakan gadis berkebangsaan Belanda. Namun sangat berbeda denganku, aku gadis jawa. Ia amat cantik, namun memohon agar Tuhan mengurangi kecantikannya. Akhirnya ia jatuh pada hamparan es dan tulang rusuknya patah. Hal tersebut menyebabkan ia lumpuh selama 38 tahun dan ia hidup hanya dari komuni. Ia menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan. Lidwina dihormati sebagai pelindung para penderita sakit kronis. Wimalasari merupakan kata kedua dari nama lengkapku. Wimalasari terdiri dari dua kata, wimala dan sari. Namun dalam namaku, kedua kata tersebut dirangkai menjadi Wimalasari. Dalam bahasa Jawa, Wimala berarti tanpa rereged atau resik. Resik dalam bahasa Indonesia bisa diartikan suci. Sedangkan Sari diambil dari nama ibuku. Sari dapat berarti asri, indah, sabar, atau hati-hati. Dengan demikian jelas sudah bahwa orang tuaku menginginkan aku menjadi orang rendah hati yang selalu mendekatkan diri pada sang pencipta dalam kehidupannya. Di samping itu orang tuaku juga mangharapkan agar dalam hidup aku selalu berbuat baik, sabar, dan hati-hati dalam menjalani segala sesuatu. Dengan begitu, kelak pasti akan menemukan indahnya hidup yang sebenarnya. Itulah sebuah harapan yang ada pada namaku. Dengan mengerti semuanya itu, aku menjadi sadar bahwa ada sebuah harapan besar yang harus selalu aku ingat. Tak sebatas mengingat, aku sebisa mungkin harus mewujudkan harapan orang tuaku. Sebisa mungkin aku akan selalu membawa dan menjaga nama pemberian orang tuaku dengan baik. Dengan modal itu, aku tidak akan mengecewakan mereka. Mereka akan bangga padaku.

2 thoughts on “Harapan sebuah nama

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s