Kucuranku

Aku denganmu kini penuh dengan debu pekat.

Hanya ada samar, samar, dan samar.

Bahkan gelap, hitam, legam.

Entah denganmu, aku tak akan berlotere.

Aku hanya bisa menunggumu meniupi debu-debu ini, sedikit demi sedikit.

Mungkin akan ada seberkas nyala di balik debu ini.

Aku menantinya, sangat.

Jangan berharap banyak dariku.

Aku sudah lelah menunggui debu ini diterbangkan angin.

Mungkin angin pun sudah letih dengan debu-debumu.

Jadi aku berharap kamu sendiri yang dengan suka hati meniupi debu-debu ini.

Karena ini debumu.

— 12 Februari 2011 —

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s