Hai Halimun

Sempat mati suri beberapa saat setelah lahirnya.

 

Namun jangan berpikir tak ada kehidupan atau usaha untuk hidup sebelum mati surinya.

Beberapa kali mencoba bernapas, tapi selalu gagal.

Menghirup, terputus, mencoba menghirup tapi tetap gagal.

Tanpa putus asa mencoba kembali menghirup, namun justru . . . mati surilah.

Kini berhasil hidup kembali dan selalu berusaha mengatur napas.

Kini hidup dengan seribu pilihan, sedikit pelangi, sejuta awan hitam, dan segalanya.

 

Dan semua ada di sini, bersama kalian, dan mencoba mengenal mereka.

6 thoughts on “Hai Halimun

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s