Metode Mutakhir Menambah Kecepatan Membaca dan Meningkatkan Pemahaman

PENDAHULUAN

Buku ini harus dibaca karena tujuan dari buku ini adalah memungkinkan para profesional atau kelompok lain seperti pelajar, untuk berasimilasi secara cepat dan dapat menggunakan berbagai macam dokumen seperti majalah atau buku teks secara lebih efektif. Buku ini cocok dibaca oleh mereka yang kurang suka membaca, entah karena merasa segan karena buku terlampau tebal sehingga mereka pikir bahwa membaca hanya akan menyita waktu, atau alasan yang lain. Dengan membaca buku ini dapat diperoleh tentang teknik membaca yang tidak harus menyita waktu, yaitu dengan teknik membaca cepat. Yang diandalkan dalam membaca cepat adalah pemahaman, konsentrasi, dan bagaimana kita memusatkan perhatian terhadap apa yang dibutuhkan dari bacaan tersebut.

APAKAH ARTI MEMBACA?

Membaca cepat adalah suatu keterampilan. Keberhasilan dalam menguasai teknik membaca cepat sangat tergantung pada sikap, tingkat antusiasme dan kesiapan untuk mencoba melatih teknik tersebut. Banyak mitos dalam membaca yang harus kita hilangkan, yaitu:

1. Membaca yang baik, menyenangkan serta cermat harus dilakukan secara lambat

Pernyataan tersebut tidak benar. Dengan mambaca lambat justru akan menyita waktu, kehilangan gambaran keseluruhan ide, dan informasi yang diperoleh semakin sedikit. Namun dengan membaca cepat akan membuktikan kenikmatan membaca, membuat membaca menjadi menarik, dan juga efektif untuk kegiatan membaca dalam bekerja.

2. Bila gagal memahami atau kehilangan konsentrasi, lakukan pembacaan ulang

Kita sebenarnya tidak boleh melakukan hal tersebut, karena dengan melakukan pembacaan ulang hanya akan menghilangkan konsentrasi membaca.

3. Membaca sekilas bukan membaca yang sebenarnya

Membaca sekilas adalah mengambil hal-hal penting, membaca judul dan kata kunci saja. Hal tersebutlah inti dalam teknik membaca cepat. Berarti membaca sekilas adalah membaca.

4. Membutuhkan waktu yang panjang untuk membaca

Untuk membaca tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Dengan lima menit saja pembaca sudah bisa mengetahui ide pokok bacaan, asal dilakukan dengan konsentrasi penuh. Membaca cepat dapat digunakan juga untuk membaca dokumen teknis, yaitu dengan memperhatikan apa yang ingin diperoleh dari bacaan tersebut dan menggunakan teknik fleksibelitas, yaitu menggunakan kecepatan berbeda untuk material yang berbeda.

5. Bila membaca harus mengingat semuanya

Mitos itu tidak benar, dalam membaca kita harus memadukan ingatan lama dengan tema yang akan kita baca, menetapkan tujuan, dan menetapkan apa yang perlu diingat.

Membaca adalah suatu proses kompleks yang melibatkan langkah dan aktivitas yang berbeda. Sukar untuk mengatakan membaca berlangsung di dalam otak, karena melibatkan kedua sisi otak kita. Namun membaca lebih menggunakan otak kanan kita. Pembaca terampil mengocok informasi secara otomatis, secara tidak sadar dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Membaca cepat memaksa pembaca untuk menghubungkan ide secara simultan dan berpikir lebih cepat.

Kita dapat memperkirakan kecepatan membaca dengan rumus: jumlah kata dalam bacaan dibagi wakyu yang digunakan (menit). Ada juga rumus lain, yaitu:

Kecepatan atau kata per menit =

(kata per garis)x(garis per halaman)x(halaman dibaca)

waktu.

MINIMALKAN KEBIASAAN MEMBACA YANG BURUK, DAN MAKSIMALKAN KEBIASAAN MEMBACA YANG POSITIF

Untuk meningkatkan kemampuan membaca harus memaksimalkan kebiasaan positif dan meminimalkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk yang sering muncul.

1. Subvokalisasi

Subvokalisasi adalah mendengar kata-kata dalam benak kita sendiri, atau mengeja kata pada saat membaca (menggerakkan bibir). Kebiasaan melakukan subvokalisasi dapat dihilangkan dengan cara memaksa menambah kecepatan membaca. Dengan menambah kecepatan membaca, maka pembaca tidak akan mendengar lagi kata-kata dalam benaknya.

  1. Menunda dan interupsi

Jika kita tidak senang dengan kegiatan membaca atau tidak memahami isi bacaan, maka kita akan cenderung menunda. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut maka kita harus membagi materi ke bagian yang lebih kecil atau istirahat 5 menit untuk setiap 25-30 menit membaca.

2. Stres

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering merasakan stres, mungkin membaca dapat membantu menghilangkan stres tersebut.

3. Dyslexia

Dyslexia merupakan kesulitan (faktor emosi dan linguistik) belajar membaca oleh karena problem medis. Namun dyslexia ringan dapat diatasi dengan:

-  penggunaan alat bantu petunjuk yang dapat membantu memperlancar proses membaca. Dengan teknik ini pembaca dipaksa mengikuti alat bantu tersebut.

-  melatih pergerakkan mata secara standar dengan alat bercelah. Alat tersebut hanya akan memperlihatkan satu baris tulisan, sehingga mata akan lebih fokus untuk membaca

4. Tidak konsentrasi

Konsentrasi saat membaca dapat ditingkatkan dengan membaca pada waktu yang cocok, tidak memikirkan hal-hal lain, dan melihat kemampuan diri. Jika hanya mampu berkonsentrasi dalam waktu 15 menit, kita harus beristirahat terlebih dahulu kira-kira setelah 15 menit membaca.

5. Kurang menggunakan daya ingat dan daya panggil ulang

Saat membaca kita harus memanggil ulang informasi yang ada dalam ingatan lama kita untuk dipadukan dengan informasi yang baru. Dengan demikian kita akan semakin mudah dalam memahami isi bacaan yang kita baca. Selanjutnya kita harus menyimpan paduan informasi tersebut dalam ingatan.

MENJADI SEORANG PEMBACA CEPAT MELALUI, PENDEKATAN LANGKAH DEMI LANGKAH

Langkah-langkah untuk menjadi seorang pembaca cepat:

1. Latihan membaca cepat

Berlatih membaca cepat dengan mencatat kecepatan awal.

2. Motivasi

Pembicara harus memotivasi dirinya untuk membaca dengan sasaran yang ingin dicapai setelah membaca. Dalam tahap ini kecepatan membaca  harus dua kali lebih cepat dari langkah pertama.

3. Mengatasi regresi (melompat ke belakang)

Regresi menjadikan proses membaca tidak efisien. Dengan lebih konsentrasi dan kecepatan membaca lebih tinggi maka akan membantu menghilangkan regresi.

4. Menggunakan pandangan periferi

Memusatkan pandangan mata pada satu kata dalam setiap barisnya kemudian membaca kata yang ada disampingnya.

5. Menunggunakan penunjuk

Pensil atau ujung jari dapat digunakan sebagai penunjuk saat membaca sejauh hal tersebut dirasa membantu.

6. Memperkenalkan irama

Membaca dapat menggunakan irama, salah satunya dengan mengikuti irama detak jantung, sehingga ujung jari menelusur setiap detak jantung.

7. Pengkondisian

Kita harus mengkondisikan kecepatan kita saat akan membaca. Kita harus menggunakan kecepatan yang tinggi.

8. Konsolidasi

Pada tahap ini kecepatan yang digunakan harus lebih stabil, memiliki motivasi atau sasaran, menghilangkan regresi.

9. Mengistirahatkan mata

Saat membaca, sesekali kita harus harus mengistirahatkan mata. Dengan melakukan hal tersebut maka akan membantu kita berkonsentrasi.

10. Memelihara kecepatan

Untuk dapat memelihara kecepatan kita dapat melatihnya setiap 5 menit per harinya. Latihan yang cocok untuk memelihara kecepatan adalah membaca koran.

MEMBACA BUKU

Yang harus diperhatikan saat membaca:

1. Memperlakukan buku sebagai suatu kesatuan/pola

Saat membaca kita harus mengetahui apa maksud/bagaimana pola dari buku tersebut. Dengan mengetahui pola bacaan maka kita akan semakin mudah untuk memahami bacaan tersebut.

2. Analogi teka-teki keping (jigsaw puzzle)

Pertama kita harus memotivasi diri, kemudian mengetahui gambaran umum buku, menentukan sasaran, dan selanjutkan melakukan kegiatn membaca.

3. Ancangan sistematis untuk kegiatan membaca

- Membuka ingatan kita tentang informasi lama yang sama dengan tema yang akan kita baca.

- Menetapkan sasaran, yaitu: apa yang ingin dicapai dengan membaca.

- Melihat gambaran umum buku.

- Mencoret atau mengabaikan bagian buku yang tidak menunjang sasaran kita.

- Mendalami materi.

- Pembahasan ulang, yaitu mengaitkan informasi lama dengan informasi baru yang kita dapat dan menyimpan informasi tersebut.

4. Membuat catatan

Dalam kegiatan membaca diperlukan juga membuat catatan. Mencacat sebaiknya dilakukan setelah membaca keseluruhan buku. Dengan begitu kita dapat mengetahiu seberapa jauh tingkat pemahaman kita dan juga tidak menyita banyak waktu.

5. Fleksibel

Setelah mengetahui dan menguasai dasar sera mengerti juga tentang mengapa hal tersebut harus dilakukan dengan cara seperti itu, maka kita harus dapat menyesuaikannya. Kita dapat melewati tahap atau teknik yang sudah kita kuasai.

MENERAPKAN MEMBACA CEPAT PADA LAPORAN

Bab ini berisi satu contoh laporan yang dapat digunakan untuk berlatih membaca cepat. Dalam membaca laporan kita harus mempunyai sasaran mengapa harus membaca laporan tersebut, mendapatkan gambaran umum, melakukan teknik zig-zag pada bagian umum dan mengulang bagian yang berisi sasaran yang akan dicapai.

PENERAPAN TEKNIK MEMBACA CEPAT PADA LAPORAN MASALAH HUKUM

Bab 6 berisi satu contoh laporan masalah hukum. Contoh tersebut dapat digunakan untuk berlatih membaca cepat pada laporan masalah hukum. Penerapan teknik membaca cepat pada laporan masalah hukum sama halnya dengan teknik membaca cepat laporan (bab 5). Dalam membaca cepat laporan hukum kita harus memiliki sasaran, mendapat gambaran umum, dan menitikberatkan membaca pada hal-hal yang dianggap lebih penting. Dengan begitu kita dapat melakukan membaca cepat dengan lebih efektif.

PENERAPAN TEKNIK MEMBACA CEPAT PADA SURAT KABAR, JURNAL DAN RAPAT

1. Surat kabar

Penerapan membaca cepat pada surat kabar lebih mudah, karena surat kabar terdiri atas kolom-kolom. Pandangan mata pun dapat lebih terjaga. Semakin sering kita membaca surat kabar yang sama, maka kita akan semakin mengerti sisitem penyajiannya. Hal tersebut juga mempermudah dimana kita akan mencari informasi yang kita butuhkan.

2. Jurnal

Pertama-tama kita harus mencatat artikel mana yang kemungkinan ingin dibaca, kemudian mencari halamanannya. Sebaiknya kita membaca bagian ringkasan dan kesimpulannya terlebih dahulu.

3. Rapat

Dalam rapat kita harus mengetahui sasaran yang akan dicapai dari rapat tersebut. Kita sebelumnya harus mencatat tentang apa yang mungkin dibicarakan dalam rapat trsebut, dan setelah selesai rapat kita harus memiliki catatan hasil rapat tersebut.

KESIMPULAN

Membaca cepat merupakan suatu keterampilan, jadi untuk bisa membaca cepat harus dengan latihan yang bertahap. Dalam membaca cepat harus menggunakan teknik, yaitu: meminimalkan kebiasaan negatif dan memaksimalkan kebiasaan positif. Kita harus meghilangkan subvokalisasi, tidak membaca secara berlebihan, menghilangkan stres, menunda waktu atau interupsi, meningkatkan motivasi, konsentrasi, menggunakan daya ingat, menggunakan pemanggilan ulang dan meningkatkan pemahaman. Kita juga harus fleksibel dalam menerapkan teknik-teknik tersebut. Setelah kita memahami semua teknik yang diperlukan dalam membaca cepat, kita harus tetap berlatih setiap harinya.

Satu gagasan untuk “Metode Mutakhir Menambah Kecepatan Membaca dan Meningkatkan Pemahaman

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s